Iman merupakan sebuah keyakinan yang menjadi landasan atas setiap perbuatan-perbuatan. Iman ini sangat penting, namun acapkali dilupakan begitu saja karena sifatnya yang sublim. Salah satu yang menjadikan iman ini begitu penting adalah karena ia dapat dijadikan sandaran dalam menghadapi berbagai sengkarut permasalahan kehidupan. Selain itu iman juga memberikan keteguhan dan keteduhan.
Dalam kondisi yang serba tidak pasti di tengah pandemi ini, iman yang kuat dalam diri seseorang akan menjadikan ia sesosok manusia yang tangguh. Tentu akan lebih baik lagi jika iman yang kuat ini menjadi milik bersama, setidaknya dalam unit kecil dalam bentuk keluarga. Keluarga tangguh dengan iman yang kuat akan sanggup melewati berbagai macam ujian kehidupan dengan lapang dada dan sanggup untuk bangkit dengan lebih cepat.
Lantas bagaimana iman ini menjadi begitu penting dalam membentuk sebuah keluarga yang tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini? Seperti apakah keluarga tangguh dengan iman yang kuat ini. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan coba dijawab dengan esai ini.
Iman: Landasan bagi Persaudaraan dan Cinta
Iman menjadi sangat penting dalam membentuk keluarga yang tangguh karena menjadi landasan bagi persaudaraan dan cinta. Persaudaraan dan cinta dalam bingkai iman ini bukanlah demi mengharap dunia atau bersifat materialistik. Ikatan yang terjalin telah diarahkan menuju sebuah kesadaran tentang keabadian. Setiap anggota keluarga berusaha melakukan yang terbaik semampu yang mereka bisa demi anggota keluarga yang lain.
Ketulusan dan keikhlasan dalam berbuat selalu diupayakan sekuat mungkin. Mereka selalu berupaya menepis motif-motif egois yang berupaya muncul dalam pikiran. Bagi mereka ridho Tuhan adalah yang paling penting. Dan ridho Tuhan tersebut terletak pada kebaikan-kebaikan yang diupayakan demi kemaslahatan bersama, terutama keluarga yang telah menjadi penopang dalam keberadaan seorang manusia di dunia.
Iman: Pemberi Ketenangan dalam Jiwa
Selain menjadi landasan bagi persaudaraan dan cinta, iman juga memberikan ketenangan dalam jiwa. Ketenangan ini muncul karena seorang yang beriman meyakini segala sesuatu dan peristiwa yang ada di dunia ini telah ada yang mengatur sedemikian rupa. Bersandar pada keyakinan ini, orang-orang beriman tidak terlalu khawatir dengan hasil yang kelak akan diperoleh. Sesuatu yang telah menjadi rahasia masa lalu ataupun masih menjadi rahasia untuk masa depan tidak terlalu penting untuk dipikirkan secara menggebu-gebu.
Yang paling penting adalah apa yang ada sekarang, yang telah tersaji di depan mata. Orang-orang beriman hanya akan berfokus untuk berbuat kebaikan. Dan, meskipun sebab akibat adalah sesuatu yang bisa dipelajari dan diprediksi, namun orang beriman tahu bahwa tetap akan ada kejutan-kejutan yang akan terjadi. Kemampuan dan pengetahuan manusia terlalu terbatas untuk menampung semua akumulasi pengetahuan yang ada.
Iman: Landasan Pencarian Kebenaran Faktual
Iman juga dapat menjadi landasan bagi pencarian kebenaran faktual. Orang-orang yang beriman selalu dituntut untuk meneliti setiap informasi yang datang kepadanya dengan cermat. Terlebih jika ia hendak menggunakan informasi tersebut dalam rangka menegakkan kemaslahatan bersama. Informasi yang benar bersifat sangat krusial.
Dalam hal ini, orang-orang yang beriman dapat meneladani metode para ahli hadits. Untuk menentukan derajat kebenaran suatu perkataan, mereka memeriksa terlebih dahulu siapakah yang meriwayatkan atau menyampaikan perkataan tersebut, apakah ia memiliki reputasi yang dapat dipercaya ataukah tidak. Selanjutnya adalah memeriksa isi dari sebuah perkataan. Informasi yang benar biasanya mengandung sebuah konsistensi logika yang dapat diterima akal manusia. Ia juga mengandung sedikit ambiguitas yang dapat membingungkan manusia. Selain itu, isi dari sebuah informasi yang benar juga memiliki padanan. Jalinan informasi tersebut menjalin sebuah hubungan yang saling mendukung satu sama lain.
Iman dalam Membentuk Keluarga Tangguh Selama Pandemi
Demikian pentingnya iman secara garis besar. Sedangkan dalam konteks membentuk keluarga tangguh dalam menghadapi pandemi dapat diilustrasikan sebagai berikut. Seperti yang telah banyak diberitakan selama ini, Covid-19 merupakan sebuah penyakit berbahaya yang sangat menular. Telah ratusan juta kasus yang dilaporkan di seluruh dunia dengan jumlah kematian mencapai jutaan. Tentu informasi semacam ini akan memicu kekhawatiran pada diri seseorang. Namun bagi seseorang yang beriman, jiwanya akan tetap tenang dengan mengarahkan pikirannya pada pencarian sebuah hikmah positif dari bencana yang tengah melanda. Setiap makhluk yang memiliki awal pasti memiliki akhir. Mungkin hikmah di balik adanya pandemi ini salah satunya adalah manusia dipaksa untuk belajar menahan diri. Dengan manusia banyak yang menahan diri, maka alam memperoleh waktu yang cukup untuk melakukan regenerasi.
Jiwa yang tenang menjadikan seseorang siap dengan berbagai kejutan. Terkadang tanpa disadari penyakit ini telah bersarang dalam tubuh salah satu anggota keluarga kita. Dan karena kecemasan yang berlebih, kita menjadi terlalu menjaga jarak yang bahkan lebih terasa sebagai sebuah antipati. Persaudaraan dan cinta dalam diri kita seolah lenyap begitu saja. Namun dengan jiwa yang tenang, seseorang tetap akan mencurahkan daya dan upaya yang dia miliki serta dukungan moral demi kesembuhan anggota keluarga tercinta, tentu dengan tetap mematuhi arahan dari pihak medis yang lebih berpengalaman.
Dari sudut pandang orang yang terinfeksi virus, keimanan di dalam dirinya menjadikan ia sosok yang kuat dalam menerima ketentuan atau takdir. Bahkan terkadang justru orang dengan iman itulah yang berupaya menepis kekhawatiran dalam benak orang-orang yang telah memberikan perhatian kepadanya. Orang beriman akan selalu baik-baik saja. Jika ia dikaruniai kesembuhan, maka ia akan bersyukur dengan berbuat banyak kebaikan demi kemaslahatan dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat. Dan jika ia ditakdirkan berjumpa dengan kematian, maka itu adalah saat dosa-dosanya terhenti; saat itu adalah baginya untuk memulai perjalanan demi menemui Cintanya yang sejati.
Terakhir, berkaitan dengan iman sebagai landasan dalam pencarian kebenaran. Seperti yang kita ketahui bersama, arus informasi di zaman sekarang ini mengalir sangat deras. Dengan iman yang kuat, kita akan dapat memilih dan memilah informasi yang benar serta bermanfaat bagi keluarga kita dan tidak terjebak dalam teori konspirasi belaka. Informasi yang benar tersebut memberi kita kepercayaan diri. Kita menjadi tahu apa saja yang harus dilakukan agar tidak tertular virus ini. Selain itu, kita juga tidak akan panik jika sewaktu-waktu ada anggota keluarga kita yang tanpa sengaja terinfeksi. Dengan kata lain, iman yang kuat menjadikan kita sadar untuk menggali pengetahuan dan informasi yang benar, terutama berkaitan dengan proses mitigasi.
Penutup
Demikian pembahasan terkait dengan pentingnya iman dalam membentuk keluarga tangguh dalam menghadapi pandemi. Iman dapat menjadi landasan bagi persaudaraan dan cinta. Selain itu, iman juga memberikan ketenangan dalam jiwa dan dapat menjadi sumber ilham dalam menggali kebenaran. Dengan iman sebagai pedoman, keluarga tangguh yang terbentuk dalam menghadapi pandemi ini tidak hanya bersifat permukaan atau lahiriah saja, namun juga bersifat batiniah. Kekuatan lahir dan batin inilah yang menjadikan sebuah keluarga tidak mudah goyah dan terombang-ambingkan oleh keadaan masa pandemi yang serba tidak pasti.