Kategori
Bahasa dan Sastra Esai/Artikel

5 Rekomendasi Novel Klasik Terjemahan

Saya pernah menjawab beberapa pertanyaan yang menarik perhatian di forum tanya-jawab online Quora. Pertanyaan-pertanyaan tersebut saya katakan menarik karena berhubungan dengan minat saya dalam kajian kebahasaan dan kesusasteraan. Salah satu pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang meminta sebuah rekomendasi bacaan novel klasik terjemahan.

Kebetulan, saya memiliki beberapa koleksi yang masuk dalam kategori novel klasik terjemahan itu, dan saya juga sudah sempat mambacanya, sehingga mudah bagi saya untuk mengutarakan kembali garis besar isi buku novel klasik terjemahan tersebut. Pada kesempatan kali ini, saya hendak mencurahkan kembali jawaban saya tersebut.

Berbicara tentang novel klasik ini, saya mengacu pada novel-novel ‘berkelas’ yang rilis pertama kali setidaknya lebih dari setengah abad yang lalu, namun masih sering dibicarakan hingga kini. Berdasarkan pengertian tersebut saya akan membahas 5 novel klasik terjemahan yang pernah saya baca.

Sherlock Holmes: Mafia Lembah Vermissa

Novel ini merupakan terjemahan The Valley of Fear, novel terakhir seri Sherlock Holmes yang ditulis Sir Arthur Conan Doyle sebelum The Final Problem, yaitu cerita ketika Holmes dan musuh bebuyutannya Profesor Moriaty, terjun ke Reichenbach Falls dan “tewas” di sana.

Secara garis besar, novel ini bercerita tentang penelusuran Holmes cs. terhadap misteri kematian seseorang bernama Douglass. Usut punya usut ternyata Douglass ini hanya memalsukan kematiannya setelah mampu mengatasi serangan Baldwin, seorang musuh yang berusaha mengakhiri kehidupannya.

Dalam sesi tanya jawab dengan Dr. Watson, Douglass yang bernama asli Birdy Edwards ini juga menyatakan bahwa ia merupakan seorang Detektif dari Amerika. Dia kabur dari negaranya karena dikejar-kejar oleh sekelompok Mafia dari Lembah Vermissa aka The Valley of Fear. Mafia bernama Scowrers tersebut hendak mengakhiri hidup Douglass karena ia menjebloskan mereka ke penjara.

Pada akhirnya, Douglass atau Birdy Edwards ini mampu lolos dari Scowrers yang mengejarnya hingga tanah Britania. Namun naas, dia telah diincar oleh sekelompok kriminal rahasia yang bergerak di bawah komando Profesor Moriaty. Keberadaannya pun dikabarkan menghilang setelah kapal yang dia tumpangi menuju Afrika tidak diketahui rimbanya.

Di titik ini Holmes yakin bahwa Moriaty-lah yang bertanggung jawab atas kematian Douglass. Tidak sampai di situ, dengan kemampuan deduksinya Holmes mampu mengendus sebuah rencana jahat dalam skala besar yang tengah sedang dirancang dan dilakukan oleh Profesor Moriaty. Namun dia menahan diri. Dia tidak terburu-buru karena dia masih butuh waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti yang cukup.

Max Havelaar

Novel ini merupakan novel legendaris karya Multatuli atau Edward Douwes Dekker yang mengambil latar masa kolonialisme Belanda di Indonesia. Multatuli menulis Max Havelaar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang menyengsarakan penduduk lokal.

Novel ini akhirnya meningkatkan kesadaran bangsa Eropa pada waktu itu bahwa kekayaan yang mereka nikmati berasal dari penderitaan bangsa lain. Kesadaran ini memicu hadirnya kebijakan baru yang disebut dengan Politik Etis. Dalam kebijakan ini Pemerintah Kolonial Belanda hendak membayar ‘utang’ mereka terhadap penduduk pribumi dengan memberikan pendidikan bagi beberapa golongan masyarakat, terutama yang loyal terhadap pemerintah kolonial.

Pramoedya Ananta Toer berpendapat bahwa dengan memicu reformasi pendidikan tersebut, Max Havelaar bisa dikatakan ‘bertanggung jawab’ terhadap munculnya pergerakan nasional yang mengakhiri kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia setelah 1945. Tidak hanya di Indonesia, pengaruh dari Max Havelaar ini juga tampak pada proses dekolonisasi di Afrika dan di belahan dunia yang lain. Karena itulah, Pramoedya menyebut Max Havelaar sebagai buku yang membunuh kolonialisme.

Seperti judulnya, novel ini mengisahkan tentang seseorang bernama Max Havelaar, seorang pegawai administratif pemerintah kolonial Belanda. Di dalam novel ini, kisah hidup Max Havelaar diceritakan oleh dua tokoh yang saling berseberangan: Droogstoppel, seorang pedagang kopi yang culas yang berniat menggunakan naskah Max Havelaar untuk menulis tentang perdagangan kopi; dan anak buah Droogstoppel bernama Stern yang mengambilalih penulisan ketika Droogstoppel kehilangan minat untuk melanjutkan cerita.

Bagian pembuka buku ini menampilkan Droogstoppel yang mengungkapkan dengan angkuh dan berpanjang lebar sudut pandang dunianya sebagai seorang pedagang yang telah malang-melintang. Di akhir cerita, Multatuli secara gamblang mengungkapkan sudut pandangnya sehingga cerita memuncak pada celaan terbuka terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda. Secara terbuka dia juga memohon kepada Raja William III untuk terlibat dalam mengatasi penderitaan rakyat Indonesia.

Hadji Murat

Novel ini merupakan salah satu karya dari empu sastra realis Rusia, Leo Tolstoy. Di dalamnya ia bercerita tentang kisah seorang Hadji Murat, pemimpin muslim yang disegani dan menjadi momok bagi tentara Rusia. Novel tersebut juga menggambarkan konflik antar dua kebudayaan yang terpolarisasikan, yaitu kebudayaan Ottoman Islam dan Kekaisaran Rusia yang ter-Eropa-kan.

Secara garis besar, novel ini menceritakan perjuangan Hadji Murat untuk membebaskan keluarganya dari cengkeraman Imam Shamil: seorang pimpinan Avar Muslim yang berbasis di sekitar pegunungan Kaukasus, berbatasan dengan Kekaisaran Rusia. Untuk mencapai tujuannya ini, Hadji Murat pun mencoba menjalin koalisi dengan tentara Rusia yang sedang melakukan ekspansi wilayah.

Awalnya pihak Rusia, terutama Pangeran Semyon Vorontsov, menerima kesepakatan berkoalisi dengan Hadji Murat ini. Kebetulan pihak Rusia juga tengah berhadapan langsung dengan Imam Shamil yang hendak mempertahankan kekuasaannya di sekitar pegunungan Kaukasus.

Namun rencana ini berantakan karena Chernyshov, Menteri Perang Rusia dan juga rival politik Vorontsov, menghasut Tsar Nicholas I untuk tidak membiarkan Hadji Murat keluar dari benteng Rusia. Menurut Chernyshov, pengalaman dan pamor Hadji Murat terlalu bahaya bagi agenda ekspansif Rusia di wilayah pegunungan Kaukasus.

Mendengar hal ini, Hadji Murat dan beberapa bawahannya pun segera kabur dari benteng Rusia. Mereka berhasil melarikan diri. Namun sayang pasukan Rusia berhasil mengejar dan mengepung mereka. Mereka pun tidak menyerah begitu saja dan melakukan perlawanan sengit hingga titik darah penghabisan. Di akhir cerita, Hadji Murat pun gugur, setelah tentara Rusia memenggal kepalanya.

The Metamorfosis

Novel ini merupakan sebuah masterpiece dari seorang Franz Kafka, novelis kelahiran Praha, Republik Ceko yang meninggal pada tahun 1924 akibat penyakit tuberkulosis. Di dalamnya novel ini berkisah tentang suatu pengalaman aneh yang dialami sang tokoh utama, Gregor Samsa, yang pada suatu pagi sehabis bangun tidur mendapati dirinya berubah menjadi seekor serangga raksasa.

Melihat perubahan yang terjadi pada Gregor ini, pada awalnya keluarga Samsa terkejut. Namun mereka secara perlahan berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Menahan rasa jijik pada tubuh Gregor, mereka pun memutuskan untuk tidak membiarkan Gregor keluar dari kamarnya. Mereka membiarkannya hidup dengan memberinya makanan-makanan busuk.

Perubahan pada Gregor ini sebenarnya sedikit memberikan hikmah pada keluarga Samsa. Mereka, yang sebelumnya mengandalkan Gregor sebagai tulang punggung keluarga, akhirnya memberanikan diri untuk keluar dan mencoba lowongan-lowongan pekerjaan yang ada. Dengan usaha keras mereka, akhirnya keluarga Samsa: Mr. Samsa, Mrs. Samsa, Grete Samsa-adik Gregor, bisa menjalani kehidupan dengan kondisi finansial yang stabil.

Untuk menjaga kestabilan finansial, mereka pun menyewakan beberapa kamar di rumah mereka. Di titik inilah malapetaka menimpa keluarga Samsa. Gregor yang biasanya terkurung di kamarnya, berhasil keluar ruangan setelah juru sapu rumah keluarga Samsa tidak menutup pintu kamar dengan rapat.
Para penyewa kamar yang melihat penampakan Gregor dalam bentuk yang menjijikkan itu pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah tersebut. Mereka tidak bersedia membayar biaya sewa dan bahkan menyeret keluarga Samsa ke pengadilan.

Keluarga Samsa pun menyalahkan Gregor dan memutuskan untuk mengenyahkan keberadaan Gregor. Gregor yang telah merasa tidak lagi diinginkan lagi kembali ke kamarnya mengurung diri dan akhirnya mati kelaparan sebelum matahari terbit.

Uncle Tom’s Cabin

Novel ini merupakan sebuah karya fenomenal karya Harriet Beecher Stowe. Novel ini disebut-sebut sebagai salah satu novel yang mampu mengubah sejarah. Buku ini berperan penting dalam mengobarkan semangat antiperbudakan di Amerika Serikat hingga meretas pecahnya Perang Saudara abad ke-19.

Secara garis besar, novel ini menceritakan kehidupan Tom, sebagai seorang budak. Di awal cerita Tom hidup bersama dengan majikan yang baik, seorang petani bernama Arthur Shelby yang tinggal di wilayah Kentucky. Namun karena Arthur ini memiliki banyak hutang, maka ia terpaksa menjual beberapa budaknya, termasuk Tom yang telah berusia paruh baya.

Nasib baik masih berada di sisi Tom. Dia dibeli oleh keluarga St. Clare dari New Orleans. Keluarga St.Clare sangat berutang budi kepada Tom, karena telah menyelamatkan putri mereka yang bernama Eva ketika terjatuh dari sebuah kapal di sungai Mississippi.

Dua tahun kemudian, Eva jatuh sakit. Dia melihat bayang-bayang surga dan menceritakan kepada orang-orang terdekatnya. Karena hal inilah, orang-orang ini berjanji untuk menjadi manusia yang lebih baik. St. Clare sendiri berjanji untuk memerdekakan Tom.

Namun sayang, sebelum sempat menunaikan janjinya itu, St. Clare tewas. Dia ditusuk dari belakang oleh seseorang yang tidak sepaham dengannya perihal kesetaraan derajat manusia. Istrinya pun tidak menunaikan wasiat St. Clare dan justru menjual Tom di tempat pelelangan budak. Tom akhirnya jatuh ke tangan tuan keji bernama Simon Legree dari Louisiana.

Bersama Simon Legree inilah, Tom benar-benar diuji keyakinannya sebagai seorang Kristiani yang taat. Di sana Tom dan para budak lainnya harus melakukan kerja rodi di lahan pertanian Simon. Keyakinan Tom sempat terkikis karena beban kerja yang tidak manusiawi. Namun dia tetap bertahan setelah nampak padanya sosok Yesus dan Eva.

Di akhir cerita, Tom dikeroyok oleh para pengawas lahan pertanian Simon. Mereka melakukan itu setelah mengetahui Tom membantu beberapa budak melarikan diri. Dengan keteguhannya, Tom bertahan tanpa membocorkan tempat pelarian budak-budak tersebut. Dia bertahan hingga ajal menjemputnya.

Penutup

Demikianlah 5 rekomendasi novel klasik terjemahan yang bisa saya tampilkan dalam artikel ini. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat bagi para pembaca yang sedang mencari bahan bacaan yang mampu menggugah kesadaran kita sebagai manusia.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Ambasaja

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca