Tanggal 10 November merupakan hari yang sangat bersejarah. Bangsa Indonesia pada tanggal tersebut memperingati hari pahlawan setiap tahunnya. Pada tanggal tersebut 76 tahun yang lalu bangsa Indonesia terutama Arek-arek Suroboyo, bertempur habis-habisan menghadapi gempuran pasukan sekutu yang dipimpin oleh Britania Raya. Pertempuran yang dilatarbelakangi oleh terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby pada 30 Oktober 1945 di Jembatan Merah Surabaya tersebut merupakan salah satu pertempuran terdahsyat dalam upaya Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Banyak para pejuang Indonesia, baik dari kalangan tentara maupun milisi rakyat seperti Hisbullah, Sabilillah dan Santri yang gugur pada waktu itu. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan dengan semboyan Merdeka atau Mati, kendati harus berhadapan dengan pasukan yang lebih berpengalaman dan dilengkapi dengan teknologi persenjataan mutakhir.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Meskipun secara matematis, pasukan yang gugur dari pihak pejuang Indonesia lebih banyak daripada dari pihak sekutu, namun secara politis perjuangan tersebut telah membuka mata dunia. Secara luas dan terbuka, negara-negara di dunia akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia. Mereka tidak lagi menganggap Indonesia sebagai produk huru-hara di tanah yang mereka sebut Hindia Belanda. Indonesia merupakan negara berdaulat yang mampu mengatur peri kehidupannya sendiri.
Karena itulah 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Semangat Arek-arek Suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan kala itu menginspirasi perjuangan-perjuangan di daerah-daerah yang lain. Sebagai para penerus bangsa, tentu kita hendaknya meneladani semangat perjuangan Hari Pahlawan tersebut. Lantas, apa yang sebaiknya kita lakukan dalam meneladani semangat perjuangan tersebut? Bagaimanakah cara yang paling bijak memperingati Hari Pahlawan 10 November dalam konteks kehidupan modern saat ini? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan menjadi fokus pembahasan dalam artikel ini.
Arti Kata Pahlawan
Seperti biasa sebelum menuju ke pembahasan inti tentang cara memperingati hari pahlawan, akan terlebih dahulu dibahas tentang arti kata pahlawan. Merujuk pada pengertian yang termaktub pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan merupakan orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani; hero. Pengertian ini sangat cocok jika disematkan kepada para pejuang kemerdekaan. Keberanian dan pengorbanan mereka tidak diragukan lagi. Sedangkan kebenaran yang mereka bela masih tampak jelas. Tidak seperti yang terjadi di zaman modern ini, kebenaran telah menjadi sangat sulit dikenali sebab tumpukan informasi yang menjejali kepala.
Lantas pengertian pahlawan seperti apa yang cocok dengan konteks kehidupan terkini? Pada pengertian pahlawan di atas telah disinggung tentang kata hero. Kata hero ini merupakan padanan kata pahlawan dalam Bahasa Inggris. Dalam Kamus Oxford Languages, kata hero didefinisikan dengan a person who is admired or idealized for courage, outstanding achievements, or noble qualities. Dalam Bahasa Indonesia, pengertian tersebut berarti seseorang yang dikagumi atau diidealkan karena keberaniannya, pencapaian-pencapaiannya yang luar biasa, atau sifat-sifatnya yang mulia.
Dengan mengacu pada pengertian tersebut, terutama pada bagian noble qualities, kata pahlawan tersebut akan dapat dipahami dengan lebih baik dalam konteks kekinian. Kita bisa mengasosiasikan sifat-sifat yang mulia tersebut pada orang-orang di sekitar kita. Anak-anak mengagumi sifat-sifat mulia yang melekat pada orang tuanya. Murid-murid mengagumi dan meneladani kegigihan gurunya dalam usaha mencerahkan pikiran mereka. Rakyat mengidolakan pemimpin-pemimpin mereka yang memperjuangkan nasib mereka tanpa kenal lelah. Dan masih banyak lagi.
Intinya adalah arti kata pahlawan atau kepahlawanan ini tidak bisa hanya diasosiasikan dengan para pejuang yang bertempur dan gugur dalam medan perang. Pahlawan ini merupakan orang-orang yang dengan sifat-sifatnya yang mulia berjuang untuk meningkatkan taraf hidup bersama sehingga tidak ada lagi ketimpangan-ketimpangan, atau kesenjangan-kesenjangan yang disebabkan oleh kebengisan realita. Mereka adalah para pejuang yang hidup, menghidupi, serta menghidupkan demi menuju sebuah jalan keseimbangan.
Memperingati Hari Pahlawan
Menahan Diri dari Godaan yang Membinasakan
Salah satu cara untuk memperingati hari pahlawan adalah dengan menahan diri dari godaan yang membinasakan. Godaan yang membinasakan ini bisa dari datang dari mana saja, bisa dari dalam diri maupun luar diri. Dari dalam diri, godaan tersebut bisa berupa naluri-naluri bawaan yang biasa menjadi kompas bagi manusia untuk tetap survive atau bertahan hidup. Manusia lapar dia butuh makan. Jika ia haus, maka dia butuh minum. Ia terkadang juga membutuhkan sebuah mekanisme pelepasan seksual ketika hasrat yang terpendam telah tidak tertahankan.
Namun, semua itu harus tetap berada dalam batas kewajaran. Jika lapar kita makan. Tapi jangan sampai terlalu kenyang. Dengan begitu, makanan-makanan yang ada bisa lebih dinikmati oleh banyak orang. Hasrat untuk menimbun makanan karena suatu saat akan kekurangan pun perlu ditepis jauh-jauh. Tindakan seperti ini mencerminkan keegoisan atau sikap mementingkan diri sendiri. Dan tindakan tersebut tentu sangat jauh dengan apa yang bisa kita teladani dari sikap para pahlawan. Mereka seringkali hanya hidup ala kadarnya, karena mereka sungguh tahu bahwa sesungguhnya dalam menahan diri itu mereka sedang berbagi kehidupan.
Godaan berikutnya adalah godaan yang berasal dari luar diri. Jenis godaan ini merupakan sebuah kondisi luar diri yang menjadikan keteguhan di dalam diri goyah. Yang bisa dijadikan contoh di sini adalah kekayaan yang dimiliki orang lain. Melihat kekayaan orang lain, kita seringkali merasa iri, dan bertanya-tanya kenapa kita tidak bisa seperti itu. Perasaan iri ini melahirkan dengki, yaitu godaan yang tiba-tiba muncul dari dalam diri untuk mengalihkan sesuatu yang dimiliki oleh orang lain agar menjadi milik kita. Pada tahap ini, pikiran telah dipenuhi dengan gagasan-gagasan yang bersifat manipulatif. Kita akan menghalalkan segala macam cara, tidak peduli jika cara yang ditempuh tersebut adalah cara-cara kotor yang membuat diri menjadi rendah dan hina.
Sedangkan seseorang yang memiliki jiwa pahlawan di dalam dirinya, ia tidak akan menggunakan cara-cara kotor yang rendah dan hina tersebut. Bisa jadi ia juga menginginkan kekayaan. Namun noble qualities atau sifat-sifat yang mulia di dalam dirinya mengarahkan dia untuk memilih cara yang mulia pula. Ia akan belajar dengan sungguh-sungguh, menggali informasi sebanyak mungkin tentang jalan-jalan menuju kekayaan. Jika ia tidak berhasil memperoleh kekayaan tersebut, setidaknya pengalaman hidup telah memberinya pelajaran untuk menjadi manusia yang lebih bijaksana. Dan, jika ia berhasil, maka kekayaan yang ia dapatkan tidak akan menjadikannya lupa daratan. Sebagian kekayaan itu akan ia sisihkan demi sebuah pemberdayaan dan kemaslahatan kolektif.
Berjuang Mengubah Keadaan
Setelah mampu mengontrol naluri hasrat dari godaan-godaan yang membinasakan, cara memperingati hari pahlawan berikutnya adalah dengan berjuang mengubah keadaan. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti bangun tidur lebih awal, serta merapikan dan membersihkan lingkungan di mana tempat kita tinggal. Dengan begitu, setidaknya kita memiliki kontribusi dalam menjaga keberlangsungan hidup bersama, walaupun dalam ruang lingkup yang sangat kecil.
Sedangkan untuk menjamah ruang lingkup yang lebih luas, seseorang hendaknya belajar terlebih dahulu. Ia perlu mempelajari banyak hal, mulai dari tabiat manusia yang hendak diubah hingga strategi seperti apa yang akan dijalankan untuk mewujudkan perubahan tersebut. Tidak bisa secara serta merta, ia memaksakan kehendaknya dan menyerang semua pihak yang tidak sepaham dengan garis perjuangannya.
Ia perlu belajar bersabar. Ketidaksabaran atau sikap grusa-grusu hanya akan menjadi bumerang baginya. Selain itu, sikap yang demikian juga hanya akan mengundang antipati dari banyak orang. Jika sudah antipati, mereka menjadi enggan mendengar. Akhirnya, perubahan yang didambakan hanya diam di tempat dan tidak pernah memperoleh jalan menuju kenyataan.
Setelah belajar dan mendapatkan ilmu yang cukup, maka yang perlu dilakukan adalah menyampaikan. Gagasan-gagasan tentang perubahan tersebut ia bisa tuliskan dalam bentuk buku atau melalui media-media lain untuk menjangkau banyak orang. Semakin banyak orang yang menjangkau gagasan-gagasan perubahan tersebut, maka peluang perubahan ke arah yang lebih baik menjadi semakin mungkin.
Tentu dalam setiap proses perubahan selalu berhadapan dengan tantangan-tantangan. Pejuang anti-korupsi misalnya akan mendapatkan tantangan-tantangan dari para koruptor, pejuang lingkungan berhadapan dengan pelaku-pelaku bisnis perusak alam, dan sebagainya. Untuk menghadapi tantangan tersebut secara efektif dan efisien, maka perlu adanya sebuah organisasi. Tanpa organisasi, misi perubahan tersebut hanya akan mentah tanpa hasil yang memuaskan.
Mengamalkan Ilmu (Praktis) yang Bermanfaat
Cara memperingati hari pahlawan, selain yang disebutkan di atas adalah dengan mengamalkan ilmu yang bermanfaat. Dan definisi ilmu tersebut tidak melulu harus dikaitkan dengan sebuah gagasan untuk melakukan sebuah perubahan besar. Ilmu yang bermanfaat tersebut bisa jadi berupa sebuah keahlian atau keterampilan praktis yang berguna untuk mengatasi permasalahan yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Kita ambil contoh, misalnya saja seorang dokter. Ia mengamalkan ilmu kedokterannya untuk menyembuhkan penyakit yang diderita masyarakat. Contoh yang lain adalah seorang guru yang telah mendapatkan pelatihan dan ilmu pendidikan. Ia memberikan pengajaran terhadap para murid sesuai dengan kapasitasnya. Profesi-profesi yang disebutkan di atas identik dengan sebuah kode etik tertentu. Seseorang yang bekerja pada sebuah bidang profesi dan tetap bersetia kepada kode etik yang menjadi penuntunnya telah layak disebut sebagai pahlawan. Mereka telah benar-benar mengamalkan ilmunya demi kemaslahatan bersama.
Orang-orang awam pun yang memiliki keahlian tertentu dan bersedia menggunakan keahlian tersebut untuk menopang kehidupan bersama juga layak disebut pahlawan. Misalnya saja seorang bapak rumah tangga yang memiliki keahlian untuk memperbaiki pipa atau genteng yang bocor. Ia bisa saja menjadi pahlawan bagi tetangga-tetangganya yang membutuhkan keahliannya. Pada waktu yang lain, dia bisa membagi ilmunya tersebut dengan menuliskannya atau membuat sebuah video demonstrasi, kemudian membagikannya di kanal-kanal internet yang ada. Dengan demikian, akan lebih banyak orang yang terbantu, meskipun tanpa harus berinteraksi secara langsung.
Kesimpulan
Memperingati hari pahlawan dapat kita lakukan dengan cara meneladani noble qualities atau sifat-sifat mulia yang melekat pada diri para pahlawan. Pada zaman modern ini, hal tersebut bisa dilakukan dengan berusaha menahan diri dari godaan-godaan yang muncul dari dalam maupun luar diri. Godaan-godaan yang perlu ditahan tersebut merupakan godaan yang bersifat membinasakan. Atau, dengan kata lain ketika godaan tersebut terluapkan, ia akan memberikan kerugian bagi diri maupun orang lain.
Cara memperingati hari pahlawan yang kedua adalah dengan berjuang mengubah keadaan. Keadaan yang harus diubah tersebut tentu adalah keadaan yang belum ‘baik’. Untuk melakukan ini, seseorang perlu belajar terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan secara langsung untuk memperjuangkan sebuah gagasan. Para pejuang ini juga perlu menyatukan visi dan misi dalam sebuah organisasi sehingga tantangan-tantangan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.
Memperingati hari pahlawan terakhir yang bisa disebutkan pada esai ini adalah dengan mengamalkan ilmu yang bermanfaat. Orang-orang yang bekerja pada bidang profesi tertentu menggunakan ilmunya sebaik mungkin sesuai tuntutan pekerjaan atau kode etik profesinya. Sedangkan orang-orang awam yang memiliki keterampilan tertentu dapat memanfaatkan keahliannya tersebut untuk membantu sesamanya. Selain itu, dia juga bisa membagikan ilmunya tersebut melalui berbagai media yang ada, sehingga akan lebih banyak orang yang terbantu dengan keberadaan dirinya.
Satu tanggapan untuk “Memperingati Hari Pahlawan dalam Kehidupan Modern”
[…] sedikit gambaran tentang serial manga dan anime One Piece. Pada momentum hari pahlawan ini, membicarakan arti pahlawan dalam serial tersebut akan sangat menarik. Konsep pahlawan dalam […]